Hampir semua diantara Anda tentunya pernah merasakan betapa manisnya masa-masa pacaran dengan kekasih anda. Entah kekasih anda dulu adalah yang menjadi istri atau suami tercinta anda sekarang atau sekedar cerita cinta dimasa lalu. Mereferensi hal tersebut diatas apa salahnya jika kita memperlakukan pelanggan Anda tercinta seperti kekasih Anda. Ada pepatah mengatakan your lover not your wife. Perlakukan pelanggan anda seperti kekasih anda bukan seperti istri anda. Berikut ini adalah 5 paradigma yang menarik antara your lover vs your wife:
- Make the effort bukan Take it for granted. Untuk mendapatkan cinta sang kekasih, tentunya kita akan mengerahkan segala daya dan upaya untuk melayani dan mempertahankannya karena diluar sana masih banyak yang ingin memperebutkannya. Jangan pernah menganggap pelanggan kita saat ini pasti dan akan tetap menjadi milik kita.
- Pursuit to the most bukan Let it happen. Kejarlah kekasih itu sampai benar-benar mendapatkannya. Jangan sekedar relax menganggap segala sesuatu pasti akan terjadi. Jangan pernah lagi menganggap pelanggan yang akan mencari kita.
- Attention to detail bukan Take it or leave it. Memperhatikan pelanggan kita seperti kita memperhatikan kekasih kita. Misalnya kekasih kita suka baju warna apa kalau makan suka makan apa dan dimana. Kadang sikap kita kepada istri take it or leave it yaitu membiarkan istri kita suka apa tidak alias masa bodoh.
- Make the time bukan As long as I have time. Kita selalu punya waktu untuk kekasih kita meskipun sesibuk apapun itu. Tetapi kalau kepada istri kita kadang-kadang as long as I have time, jujur saja berapa kali kita menyempatkan waktu mengajak istri kita nonton bioskop?
- Life is fun jangan Life is an Obligation. Jika dengan kekasih kita sering berlaku bahwa hidup ini sungguh menyenangkan, kenapa tidak kita terapkan kepada pelanggan kita. Berbeda jika menganggap bahwa life is an obligation atau hidup adalah tanggungjawab, sesuatu yang harus kita selesaikan seperti jika bersama dengan istri yang sudah lama.
Jika kelima hal tersebut diatas dapat kita terapkan dalam menangani pelanggan sebagai bentuk customer service, yakinlah Anda yang akan menjadi pemenang dalam persaingan memperebutkan sang kekasih “pelanggan” itu. Kelima paradigma diatas tentunya tidak akan berlaku jika kita bisa menganggap bahwa my wife is my lover.
Disarikan dari salah satu seminar Tanadi Santoso.
No comments:
Post a Comment